Industri farmasi Indonesia terus memperkuat produksi dalam negeri. Salah satu contoh terbaru datang dari pembangunan fasilitas PT Mitra Prima Internasional (MPI) di Cakung, Jakarta Timur.
Kementerian Kesehatan menyebut proyek tersebut memiliki nilai investasi sekitar Rp404 miliar dan target kapasitas produksi mencapai 600 juta tablet per tahun. MPI juga bekerja sama dengan Dr. Reddy’s Laboratories untuk mendukung transfer teknologi.
BPOM juga mengawal pengembangan fasilitas tersebut. Lembaga ini menyebut MPI menargetkan sertifikasi CPOB pada 2027 dan kemampuan manufaktur oral peptide GLP-1.
Perkembangan seperti ini menunjukkan satu hal penting bagi industri: pabrik farmasi membutuhkan sistem pengukuran yang konsisten sejak proses bahan baku hingga quality control.
Mengapa Timbangan Farmasi Penting?
Laboratorium farmasi membutuhkan hasil timbang yang akurat untuk berbagai aktivitas. Tim QC dapat memakai analytical balance saat mereka menimbang sampel dengan massa kecil dan membutuhkan resolusi tinggi.
Sebagai contoh, RADWAG AS 220.R2 PLUS Analytical Balance menawarkan readability 0,1 mg dengan kapasitas 220 g. Model ini cocok untuk berbagai pekerjaan analytical weighing di laboratorium. (RADWAG Indonesia)
Untuk kebutuhan dengan kapasitas lebih besar, RADWAG AS 520.R2 PLUS menyediakan kapasitas 520 g dengan readability 0,1 mg. Laboratorium farmasi dapat mempertimbangkan kelas timbangan ini untuk kebutuhan QC dan penelitian yang memerlukan precision weighing.
Microbalance untuk Sampel dengan Massa Sangat Kecil
Beberapa aplikasi farmasi membutuhkan pengukuran sampel dengan massa yang jauh lebih kecil daripada kemampuan analytical balance biasa.
Pada kondisi tersebut, laboratorium dapat mempertimbangkan microbalance RADWAG. RADWAG MYA 5.4Y.F memiliki readability hingga 1 µg dan menyasar aplikasi laboratorium yang membutuhkan presisi sangat tinggi.
Microbalance dapat membantu pekerjaan research, development, formulasi, dan analisis sampel yang membutuhkan pengukuran massa sangat kecil.
Moisture Analyzer untuk Analisis Kadar Air
Selain massa, laboratorium juga perlu mengetahui kadar air pada bahan tertentu.
Untuk kebutuhan tersebut, perusahaan dapat menggunakan moisture analyzer. Alat ini menggabungkan proses pemanasan dan pengukuran massa untuk membantu menentukan moisture content pada sampel.
Salah satu pilihannya adalah RADWAG MA 200/1.X2.A Moisture Analyzer. Model tersebut memiliki kapasitas 200 g dan readability 0,1 mg, serta menyediakan fitur pengelolaan data dan konektivitas untuk kebutuhan laboratorium.
Kebutuhan Timbangan Farmasi Tidak Hanya Ada di Laboratorium
Pabrik farmasi memiliki beberapa titik kerja dengan kebutuhan penimbangan yang berbeda.
Pada laboratorium QC, tim membutuhkan analytical balance atau microbalance untuk sampel dan pengujian.
Di area formulasi dan preparation, operator perlu menimbang bahan sesuai prosedur dan target formulasi.
Sementara itu, warehouse dan material handling membutuhkan timbangan dengan kapasitas lebih besar untuk bahan baku dan material.
Karena itu, perusahaan perlu memetakan aplikasi terlebih dahulu sebelum memilih alat. Timbangan laboratorium dapat memenuhi kebutuhan analisis, sedangkan timbangan industri dapat menangani material dengan kapasitas lebih besar.
Jangan Hanya Melihat Readability
Readability memang penting, tetapi angka tersebut bukan satu-satunya faktor dalam memilih timbangan farmasi.
Tim laboratorium juga perlu melihat repeatability, kapasitas, kondisi lingkungan, stabilitas hasil, konektivitas, data management, serta kebutuhan kalibrasi.
Suhu, aliran udara, getaran, dan kondisi meja dapat memengaruhi proses penimbangan dengan resolusi tinggi. Karena itu, laboratorium perlu memilih lokasi instalasi dan kondisi kerja yang sesuai dengan spesifikasi alat.
Perusahaan juga perlu menjaga konsistensi hasil dari waktu ke waktu. Program service timbangan RADWAG Indonesia dapat membantu tim menjaga performa analytical balance, microbalance, dan moisture analyzer.
Industri Farmasi Bergerak ke Produksi yang Lebih Mandiri
Pembangunan fasilitas baru menjadi bagian dari agenda yang lebih besar. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya transfer teknologi, peningkatan kapasitas manufaktur, dan penguatan supply chain untuk memperkuat industri farmasi nasional.
Tren tersebut juga muncul di tingkat global. WHO mendorong negara-negara memperkuat produksi lokal obat dan produk kesehatan untuk meningkatkan ketahanan serta kemandirian sektor kesehatan.
Pertumbuhan kapasitas produksi akhirnya membawa kebutuhan terhadap fasilitas QC yang mampu menghasilkan data secara konsisten dan dapat ditelusuri.
Bagaimana Memilih Timbangan untuk Industri Farmasi?
Perusahaan sebaiknya memulai dari aplikasi, bukan dari merek atau harga. Tentukan terlebih dahulu jenis sampel, rentang massa, tingkat ketelitian, kondisi ruang, frekuensi penggunaan, dan kebutuhan dokumentasi. Setelah itu, pilih kelas alat yang sesuai:
Analytical balance untuk kebutuhan precision weighing rutin.
Microbalance untuk sampel dengan massa sangat kecil.
Moisture analyzer untuk analisis kadar air.
Timbangan industri untuk bahan baku dan material dengan kapasitas lebih besar.
Software dan konektivitas untuk laboratorium yang membutuhkan pencatatan dan pengelolaan data.
Pendekatan tersebut membantu perusahaan memilih alat berdasarkan kebutuhan proses nyata.
Peluang Baru bagi Supplier Timbangan dan Laboratory Equipment
Pertumbuhan fasilitas farmasi menciptakan kebutuhan baru tidak hanya pada mesin produksi, tetapi juga pada peralatan laboratorium dan sistem pengukuran.
Pabrik baru perlu menyiapkan kebutuhan QC sejak tahap desain fasilitas. Laboratorium yang sudah beroperasi juga perlu mengganti atau meningkatkan alat ketika kapasitas produksi dan tuntutan kualitas meningkat.
Di sinilah precision weighing memiliki peran penting. Analytical balance, microbalance, moisture analyzer, dan timbangan industri dapat mendukung berbagai tahapan, mulai dari penelitian hingga quality control dan produksi.
Solusi dari Timbangan Pas
Industri farmasi Indonesia mulai meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, salah satunya melalui pembangunan fasilitas MPI di Cakung dengan nilai investasi sekitar Rp404 miliar dan target kapasitas 600 juta tablet per tahun.
Pertumbuhan tersebut juga meningkatkan kebutuhan terhadap timbangan farmasi, analytical balance, microbalance, moisture analyzer, dan timbangan laboratorium.
Pemilihan alat sebaiknya mengikuti aplikasi, kapasitas, readability, kondisi lingkungan, kebutuhan data, serta program service dan kalibrasi.
Sedang membangun laboratorium farmasi, fasilitas produksi, atau meningkatkan sistem QC? Konsultasikan kebutuhan timbangan presisi Anda dengan Timbangan PAS dan RADWAG Indonesia. Konsultasikan sekarang juga!







