Load Cell Timbangan – Memahami sensor berat tahukah kamu Sensor Load Cell merupakan sensor yang dirancang untuk mendeteksi tekanan atau berat sebuah beban. Sensor load cell umumnya digunakan sebagai komponen utama pada sistem timbangan digital. Contoh lainnya diaplikasikan pada jembatan timbangan yang berfungsi untuk menimbang berat dari truk pengangkut bahan baku. Pengukuran yang dilakukan oleh load cell menggunakan prinsip tekanan.
Load Cell adalah seperangkat alat Elektromekanis. Ini yang dapat disebut dengan Transducer karna mengkonversi salah satu bentuk energi lain yaitu force mekanis atau stres menjadi energi listrik. Sebuah Load cell memiliki berbagai karakteristik yang terukur.
Karakteristik ini ditentukan oleh jenis logam yang digunakan, bentuk Load Cell dan seberapa baik ia dilindungi dari lingkungannya. Untuk memahami Load Cell dengan lebih baik ada istilah – istilah yang dibutuhkan agar kita bisa tau pengaplikasian, khususnya pada timbangan.
Load Cell Timbangan
Kalibrasi : Perbandingan output Load Cell terhadap beban uji standar (Test Weigh).
Combined Error : (Nonlineritas dan Hysteresis) – Simpangan maksimum dari garis lurus yang ditarik pada saat tidak ada beban dan output beban yang diketahui dapat dinyatakan sebagai presentase dari keluaran beban dan timbangan beban pada saat dinaikan dan diturunkan.
Creep : Perubahan Output Load Cell terjadi dari waktu ke waktu, untuk beban sementara dan dengan segala kondisi lingkungan dan variabel lainnya tetap konstan.
Eccentric Load : Setiap beban yang diterapkan paralel, tetapi tidak konsentris, dengan sumbu utama.
Error : Perbedaan aljabar antara nilai beban yang ditunjukan dan benar dan sedang diukur.
Exitation : Tegangan tersebut diterapkan pada terminal masukan dari Load Cell. Load Cell kebanyakan memiliki eksitasi diperingkat tegangan 10 VDC. Ada Load Cell yang mempunyain ketersediaan pada nilai 15, 20 dan 25 VDC dan juga ada beberapa yang memiliki keduanya AC dan DC.
Hysterises : Perbedaan antara bacaan output maksimum beban Load Cell yang diterima. Dapat diperoleh dengan meningkatkan baban dari nol, dan bacaan lainnya diperoleh dengan mengurangi beban dari beban pengenal. Histeresis diukur sebagai presentase dari keluaran pengenal kapasitas maksimal (FS%). Nilai sel hysteresis beban yang umum adalah 02% F.S. 0,3% F.S., dan 05% F.S.
Input Bridge Resistance : Resistansi masukan dari Load Cell. Hal ini diukur dengan menempatkan ohm meter melintasi mengarah masukan atau eksitasi. Hal ini biasanya lebih tinggi dari jembatan resistensi keluaran karena adanya kompensasi resistor di sirkuit eksitasi.
Insilation Resistance : Resistansi DC diukur antara rangkaian Load Cell dan struktur Load Cell.
Non-Liniearity : Penyimpangan maksimum dari kurva kalibrasi dari garis lurus yang diambil pada saat tidak ada beban dan pada saat ada beban, itu dinyatakan sebagai presentase dari keluaran kapasitas maksimal timbangan. Hal ini diukur pada peningkatan beban saja. Common non-linearitas nilai-nilai yang .02% F.S. dan 0,03% F.S.
Output : Signal yang dihasilkan oleh Load Cell dimana Output berbanding lurus dengan eksitasi dan beban yang diterapkan. Sinyal harus dalam istilah seperti milivolt per volt (mV/ V).
Prinsip Kerja :
Selama proses penimbangan akan mengakibatkan reaksi terhadap elemen logam pada load cell yang mengakibatkan gaya secara elastis. Gaya yang ditimbulkan oleh regangan ini dikonversi ke dalam sinyal elektrik oleh strain gauge (pengukur regangan) yang terpasang pada Load Cell.
Lalu apa yang disebut strain gauge dan apa fungsinya? Strain Gauge adalah sebuah konduktor yang diatur sedemikian rupa dengan pola zig-zag dan terdapat di permukaan membrane. Ketika terjadi peregangan membrane, otomatis resistansinya mengingkat. Strain Gauge berfungsi sebagai sensor untuk mengukur berat benda atau barang dalam ukuran besar. Umumnya sensor strain gauge ini terdapat pada jembatan timbang atau timbangan truk (truck scale).







