Hi, ada yang dapat kami bantu?
Keselamatan Kerja & Lingkungan Industri

Process Safety Management

Process Safety Management adalah proses atau metode kerja dalam keselamatan kerja & lingkungan industri yang berkaitan dengan identifikasi bahaya, pengendalian risiko, respons darurat, dan perlindungan pekerja. Istilah ini membantu organisasi menetapkan cara kerja, data, atau keputusan yang konsisten pada operasi industri.

Dikenal juga sebagai: PSM
ID GL730 6 area penggunaan
Panduan Istilah

Memahami Process Safety Management

Apa itu Process Safety Management?

Process Safety Management adalah proses atau metode kerja dalam keselamatan kerja & lingkungan industri yang berkaitan dengan identifikasi bahaya, pengendalian risiko, respons darurat, dan perlindungan pekerja. Istilah ini membantu organisasi menetapkan cara kerja, data, atau keputusan yang konsisten pada operasi industri. Sebagai proses atau metode, Process Safety Management dijalankan melalui tahapan yang ditetapkan agar hasil dapat diulang, diperiksa, dan diperbaiki. Dalam praktiknya, aktivitas dan kondisi kerja dianalisis, risiko dinilai, lalu kontrol teknis, administratif, dan alat pelindung diterapkan. Penerapan Process Safety Management perlu dikaitkan dengan risiko proses, karakter produk, kemampuan peralatan, kompetensi personel, serta kebutuhan pencatatan. Karena itu, istilah ini sebaiknya tidak digunakan sebagai label saja, tetapi diterjemahkan menjadi definisi, metode, tanggung jawab, indikator, dan bukti yang dapat diaudit.

01

Cara kerja dan prinsip dasarnya

Sebagai proses atau metode, Process Safety Management dijalankan melalui tahapan yang ditetapkan agar hasil dapat diulang, diperiksa, dan diperbaiki. Secara umum, aktivitas dan kondisi kerja dianalisis, risiko dinilai, lalu kontrol teknis, administratif, dan alat pelindung diterapkan. Outputnya digunakan untuk menjalankan proses, memantau kinerja, mendeteksi penyimpangan, atau mendukung keputusan.

02

Fungsi utama

  • Menstandarkan urutan dan parameter kerja
  • Mencegah kecelakaan dan paparan
  • Memastikan kepatuhan keselamatan
03

Penerapan umum

  • operasi mesin
  • pekerjaan maintenance
  • area kimia
  • gudang
  • proses berbahaya
04

Industri dan area penggunaan

Istilah ini umum digunakan atau dijumpai pada:

05

Hal yang perlu diperhatikan

Gunakan hierarki pengendalian, kompetensi yang sesuai, permit, inspeksi, dan evaluasi efektivitas. Pelaporan near miss harus mendorong perbaikan, bukan menyalahkan. Tetapkan input, urutan kerja, parameter, acceptance criteria, tanggung jawab, serta bukti bahwa proses dijalankan secara konsisten. Secara khusus untuk Process Safety Management, dokumentasikan kondisi penggunaan, perubahan, hasil pemeriksaan, dan tindakan koreksi.

Sinonim dan istilah alternatif

PSM
Solusi Terkait

Konsultasi Keselamatan Sistem Timbang

Dapatkan rekomendasi produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan penimbangan Anda.

Pertanyaan Umum

FAQ tentang Process Safety Management

Apa yang dimaksud dengan Process Safety Management?

Process Safety Management adalah proses atau metode kerja dalam keselamatan kerja & lingkungan industri yang berkaitan dengan identifikasi bahaya, pengendalian risiko, respons darurat, dan perlindungan pekerja. Istilah ini membantu organisasi menetapkan cara kerja, data, atau keputusan yang konsisten pada operasi industri. Fungsi utamanya meliputi Menstandarkan urutan dan parameter kerja, Mencegah kecelakaan dan paparan, Memastikan kepatuhan keselamatan.

Di mana Process Safety Management biasanya diterapkan?

Process Safety Management umum diterapkan pada operasi mesin, pekerjaan maintenance, area kimia, gudang, proses berbahaya. Sektor yang paling relevan antara lain Semua Industri, Manufaktur, Kimia, Pertambangan, Konstruksi, Logistik.

Apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan Process Safety Management?

Gunakan hierarki pengendalian, kompetensi yang sesuai, permit, inspeksi, dan evaluasi efektivitas. Pelaporan near miss harus mendorong perbaikan, bukan menyalahkan. Tetapkan input, urutan kerja, parameter, acceptance criteria, tanggung jawab, serta bukti bahwa proses dijalankan secara konsisten. Secara khusus untuk Process Safety Management, dokumentasikan kondisi penggunaan, perubahan, hasil pemeriksaan, dan tindakan koreksi.

This site uses cookies to offer you a better browsing experience. By browsing this website, you agree to our use of cookies.