Hi, ada yang dapat kami bantu?
Perencanaan & Pengendalian Produksi

Master Production Schedule

Master Production Schedule adalah dokumen atau mekanisme pengendalian dalam perencanaan & pengendalian produksi yang berkaitan dengan perencanaan material, kapasitas, jadwal, dan eksekusi produksi. Istilah ini membantu organisasi menetapkan cara kerja, data, atau keputusan yang konsisten pada operasi industri.

Dikenal juga sebagai: MPS
ID GL131 6 area penggunaan
Panduan Istilah

Memahami Master Production Schedule

Apa itu Master Production Schedule?

Master Production Schedule adalah dokumen atau mekanisme pengendalian dalam perencanaan & pengendalian produksi yang berkaitan dengan perencanaan material, kapasitas, jadwal, dan eksekusi produksi. Istilah ini membantu organisasi menetapkan cara kerja, data, atau keputusan yang konsisten pada operasi industri. Sebagai mekanisme pengendalian, Master Production Schedule membantu memastikan kebutuhan, keputusan, perubahan, dan bukti pelaksanaan dapat ditelusuri. Dalam praktiknya, data permintaan, stok, kapasitas mesin, waktu proses, dan prioritas pesanan diolah menjadi rencana kerja yang dapat dieksekusi dan dipantau. Penerapan Master Production Schedule perlu dikaitkan dengan risiko proses, karakter produk, kemampuan peralatan, kompetensi personel, serta kebutuhan pencatatan. Karena itu, istilah ini sebaiknya tidak digunakan sebagai label saja, tetapi diterjemahkan menjadi definisi, metode, tanggung jawab, indikator, dan bukti yang dapat diaudit.

01

Cara kerja dan prinsip dasarnya

Sebagai mekanisme pengendalian, Master Production Schedule membantu memastikan kebutuhan, keputusan, perubahan, dan bukti pelaksanaan dapat ditelusuri. Secara umum, data permintaan, stok, kapasitas mesin, waktu proses, dan prioritas pesanan diolah menjadi rencana kerja yang dapat dieksekusi dan dipantau. Outputnya digunakan untuk menjalankan proses, memantau kinerja, mendeteksi penyimpangan, atau mendukung keputusan.

02

Fungsi utama

  • Menstandarkan kebutuhan dan bukti
  • Menyelaraskan permintaan dengan kapasitas
  • Menentukan kebutuhan material dan jadwal
03

Penerapan umum

  • perencanaan harian
  • penjadwalan mesin
  • pengendalian work in process
  • perhitungan kebutuhan bahan
  • pemenuhan pesanan
04

Industri dan area penggunaan

Istilah ini umum digunakan atau dijumpai pada:

05

Hal yang perlu diperhatikan

Gunakan data master yang akurat, lead time realistis, dan kapasitas efektif. Perubahan permintaan, downtime, scrap, dan keterlambatan supplier harus masuk dalam evaluasi. Kendalikan nomor dokumen, revisi, persetujuan, distribusi, masa berlaku, dan keterkaitannya dengan rekaman pelaksanaan. Secara khusus untuk Master Production Schedule, dokumentasikan kondisi penggunaan, perubahan, hasil pemeriksaan, dan tindakan koreksi.

Sinonim dan istilah alternatif

MPS
Solusi Terkait

Konsultasi Sistem Produksi

Dapatkan rekomendasi produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan penimbangan Anda.

Pertanyaan Umum

FAQ tentang Master Production Schedule

Apa yang dimaksud dengan Master Production Schedule?

Master Production Schedule adalah dokumen atau mekanisme pengendalian dalam perencanaan & pengendalian produksi yang berkaitan dengan perencanaan material, kapasitas, jadwal, dan eksekusi produksi. Istilah ini membantu organisasi menetapkan cara kerja, data, atau keputusan yang konsisten pada operasi industri. Fungsi utamanya meliputi Menstandarkan kebutuhan dan bukti, Menyelaraskan permintaan dengan kapasitas, Menentukan kebutuhan material dan jadwal.

Di mana Master Production Schedule biasanya diterapkan?

Master Production Schedule umum diterapkan pada perencanaan harian, penjadwalan mesin, pengendalian work in process, perhitungan kebutuhan bahan, pemenuhan pesanan. Sektor yang paling relevan antara lain Manufaktur, Otomotif, Elektronik, Farmasi, Makanan dan Minuman, Pergudangan.

Apa yang perlu diperhatikan dalam penerapan Master Production Schedule?

Gunakan data master yang akurat, lead time realistis, dan kapasitas efektif. Perubahan permintaan, downtime, scrap, dan keterlambatan supplier harus masuk dalam evaluasi. Kendalikan nomor dokumen, revisi, persetujuan, distribusi, masa berlaku, dan keterkaitannya dengan rekaman pelaksanaan. Secara khusus untuk Master Production Schedule, dokumentasikan kondisi penggunaan, perubahan, hasil pemeriksaan, dan tindakan koreksi.

This site uses cookies to offer you a better browsing experience. By browsing this website, you agree to our use of cookies.